Layang Layang Api, si Pembasmi Nyamuk dari Utara

layanglayang apiPagi menunjukkan pukul 06.00 di sebuah kabel sutet di pinggiran sungai Logawa  yang alirannya kemudian menyatu dengan sungai Serayu di Patikraja, Banyumas.  Di pagi akhir bulan Agustus itu mulai muncul pemandangan yang luar biasa  di kabel tersebut; ribuan burung Layang Layang Api atau Hirundo rustica terlihat roosting (bertengger), mereka beristirahat setelah menempuh jarak ribuan kilometer dari rumah mereka di belahan bumi utara.  Yah, akhir bulan Agustus mungkin belum musim dingin di sana (baru musim gugur), akan tetapi Layang Layang Api dari sub spesies yang migran sudah sampai di Banyumas untuk menikmati hangatnya iklim tropis.  Dari pengamatan memang tercatat jenis burung Layang Layang Api adalah yang pertama bermigrasi ke Selatan ( bisa saja ke Banyumas, terus terbang atau singgah di sepanjang Jawa ke Timur mencari tempat enak, atau konon sampai Nusa Tenggara), baru setelah Layang Layang api itu muncul,  di Banyumas bermunculan berbagai jenis burung migran lain seperti raptor(elang) dan juga burung-burung air .

Sekitar pukul 6 pagi itu ribuan Layang Layang Api tersebut pada umumnya masih tidur pulas, apalagi tegangan kabel listrik sutet yang sangat tinggi tentu menjadikannya aman dari tangan jahil manusia. Pada umumnya, posisi tidur mereka cukup lucu: bertengger di kabel tapi tubuhnya posisi vertikal dengan muka menghadap ke atas dan paruh ke atas seperti antena, tidak seperti yang dibayangkan seperti burung biasanya yaitu bertengger horisontal dan kepala dimasukkan ke bawah ke bulu-bulu di dadanya. Beranjak siang beberapa mulai bangun,bengong, membersihkan bulu dengan paruhnya, atau terbang berputar-putar kemudian hinggap lagi sambil bersuara ribut cit cit mengganggu teman-temannya yang belum bangun. Semakin siang rombongan akan bubar untuk mencari makan di sepanjang sungai.  Beberapa ekor terlihat mencari makan sampai ke sekitar Bendung Gerak Serayu.  Konon kabarnya Layang Layang Api makanan kesukaannya adalah serangga-serangga kecil terutama berbagai jenis nyamuk yang akan mereka tangkap dengan cara menyambarnya sambil terbang.  Jika kabar tentang makanan kesukaannya itu benar, berarti Layang Layang Api sangat membantu mengurangi jumlah nyamuk secara alami, apalagi ratusan ribu Layang Layang yang lewat tentu sangat lapar dan butuh banyak nyamuk untuk jadi santapannya.  Wah, tentu program pembersihan nyamuk secara alami tanpa dukungan pemerintah ini akan terus berlangsung selama mereka mampir di sini, yaitu sampai sekitar  Januari, sebelum mereka kembali lagi ke belahan bumi utara yang memasuki musim semi.

Layang Layang Api berukuran sekitar 20 cm. Punggung berwarna biru baja, perut putih, dan muka berwarna merah menyala sampai ke bawah leher. Di dada atas berbatasan dengan warna merah ada warna biru baja membentuk seperti kalung yang melingkari dada.  Ekor sangat panjang dan akan menggarpu pada burung dewasanya.  Terdapat bintik putih pada ujung bulu ekor.  (Timur)

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>