Hilangnya Kicauan Merdu Merbah Cerukcuk

merbah cerukcukMerbah cerukcuk atau Pycnonotus goiavier,  kabarnya adalah burung yang umum dijumpai di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali.  Berukuran sekitar 20cm dengan tubuh bagian atas/punggung coklat dan tenggorokan sampai perut putih.  Ciri-cirinya adalah bertopi coklat dan tungging berwarna kuning dengan suara khas jok-jok-jok.

Kalimat ‘umum dijumpai’ saat ini sebenarnya kurang begitu tepat, karena berdasar pantauan kami burung ini memang umum dijumpai, tapi bukan di alam terbuka melainkan di dalam kerangkeng sangkar burung di halaman rumah manusia.  Mungkin karena murah harganya dan kemudahan perawatan, ditambah lagi kepintarannya bernyanyi dan menirukan nyanyian burung berkicau lain membuat burung ini bisa jadi adalah yang paling banyak dipelihara manusia. Hal tersebut dibuktikan sendiri oleh penulis: tetangga persis sebelah kanan rumah memelihara merbah cerukcuk di rumahnya; tetangga ujung gang sebelah kanan juga memeliharanya; jarak beberapa rumah tetangga ke kiri memeliharanya; bahkan tetangga di gang belakang rumah juga memelihara burung ini!  Yah, kenyataan yang cukup menyedihkan memang. Sebenarnya jika yang dipelihara tersebut dibeli dari pedagang burung kicauan hasil penangkaran, maka tidak akan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidupnya di alam. Akan tetapi mental pedagang di sini sepertinya memang ‘mental gratisan’ sehingga terasa lebih mudah dan murah jika menangkapnya dari alam kemudian langsung dijual. Akhirnya tidak terasa, semakin hari kebun sekitar rumah kita kini makin sepi dari kicauan merdu si Merbah Cerukcuk.

Burung berkicau seperti Merbah cerukcuk  memang indah dan menentramkan hati jika didengarkan suara nyanyiannya di rumah kita. Namun burung tetaplah burung, dia sungguh akan lebih indah lagi jika kita mendengarkan nyanyiannya di alam terbuka sembari kita menikmati keindahan lanskap habitat hidupnya dan memperhatikan gerak geriknya di alam.  Lagipula Merbah cerukcuk adalah burung yang memakan ulat dan serangga juga, sehingga jika dia hidup liar di pepohonan di sekitar kita, burung ini akan lebih berguna dengan ikut membantu mengontrol populasi hama ulat dan serangga daripada kita kerangkeng dia di dalam rumah.  By Timur

 

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>