Gagahnya Elang Hitam dari Desa Melung

elang hitamSepertinya memang sebagian besar penduduk desa Melung  kabupaten Banyumas sudah menyadari keberadaan sepasang Elang Hitam atau Ictinaetus malayensis itu di desa mereka.  Bahkan kebiasaan waktu kemunculannya, mereka umumnya juga sudah tahu dan biasanya memang sepasang Elang Hitam tersebut melayang berputar-putar di seputaran area yang sama setiap harinya.  Cuma memang kemunculan si Elang Hitam selama ini mungkin dipandang sebelah mata saja oleh penduduk desa.  Dilihat hanya sambil lalu, dan terlihat tidak lebih penting daripada kegiatan penting mereka yang lainnya.  Padahal dengan kemunculan Elang Hitam yang pasti di sekitar kebun sayuran organik desa, dengan waktu kemunculan di sekitar jam yang sama, dan lokasi yang dekat dengan jalan desa yang sudah beraspal mungkin saja si Elang Hitam ini menyimpan potensi ekowisata dan pendidikan konservasi  yang cukup besar jika dikemas dan dikelola dengan baik.

Elang Hitam ketika melayang berputar dan meliuk-liuk diangkasa terlihat begitu sangar dan gagah, ditambah lagi dengan posturnya yang begitu besar (sekitar 70 cm).  Dengan sayap yang terlihat begitu panjang dan lebar dibanding elang lainnya, tubuh berwarna hitam kelam dan sesekali bersuara meratap “kliiii ki”.  Merinding rasanya seandainya dia melayang di atas kita dan sekilas sayapnya menutup bulatan matahari membentuk bayangan hitam di tanah di bawahnya.  Dan jangan lupa, burung ini seperti jenis elang/raptor lainnya, dilindungi oleh Undang Undang no. 5 th1990 dan PP no. 7 th1999 tentang satwa liar dilindungi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara bagi yang memeliharanya.

Kebun organik tempat mampir Elang Hitam itu berada di pinggiran jalan menuju ke desa Melung dari arah jembatan Ketenger, di sebelah kiri jalan aspal.  Lokasinya cukup indah sebenarnya, terletak tepat di pinggir tebing lereng dengan pemandangan ke selatan adalah jurang yang sangat curam dan dalam serta kota Purwokerto di kejauhan,dan lereng bukit memanjang ‘igir malang’ yang berdiri di kejauhan di sebelah utaranya. Itu sebabnya kadang kala jika kita mengamati Elang Hitam dari pinggir lereng tepat di kebun organik,  dia melayang begitu dekat, hanya berjarak 20 m di sebelah selatan kita sambil bermain-main angin gunung yang berhembus dari bawah jurang di selatan.  Patut rasanya jika kita berkhayal di tempat itu didirikan menara pengamatan setinggi 5 m misalnya.  Lalu duduk di menara, minum kopi luwak dan makan mendoan hangat sambil menunggu munculnya Elang Hitam di tempat itu.  Ah, super sekali..  (by Timur)

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>