Sungai Serayu Rumah bagi Bambangan Merah

bambangan merahBagi ratusan jenis burung, DAS sungai Serayu adalah rumah dan juga sekaligus tempat mencari makan.  Rumah burung ini cukup besar, yaitu seluas kira-kira 3,759 km2  (luasan DAS Serayu menurut literatur), dan begitu panjangnya si rumah, dari ujung belakang hingga ke ujung depannya di Samudera Indonesia rumah ini meliputi kabupaten Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas serta Cilacap.  Dan tentu saja di rumah besar ini para burung dengan ikhlas berbagi tempat tinggal dengan ribuan jenis plasma nutfah lainnya di sungai Serayu.  Tak ada dari kita yang tahu, mungkin saja ada beberapa dari ribuan plasma nutfah tersebut yang ternyata berpotensi sangat besar untuk menolong kehidupan manusia; berpotensi secara farmakolog sebagai obat misalnya.  Dan tentu saja dengan semakin parahnya kerusakan di rumah sungai Serayu saat ini, maka semakin besar pula kemungkinan hilang atau punahnya potensi tersebut.  Yah, begitu malangnya memang nasib kita manusia di masa depan akibat ulah kita sendiri saat ini.

Bagi burung Bambangan Merah yang ada di Bendung Gerak Serayu, Banyumas, tentu saja sungai Serayu adalah rumah dan sekaligus tempat mencari makan, walaupun seringkali Bambangan Merah juga mencari makan ke area persawahan sekitar sungai.  Bambangan merah mempunyai sifat pemalu dan lebih sering terlihat sendirian saja dibandingkan dengan beberapa jenis burung air lainnya yang biasanya lebih suka kumpul-kumpul bareng temannya.  Di Bendung Gerak Serayu pun, walaupun tercatat ada 2 ekor, Bambangan Merah terlihat berkeliaran sendiri-sendiri sesuai urusannya masing-masing.  Gerakan burung ini terlihat sangat lambat, bahkan kadang cenderung diam seperti patung saat mengintai mangsanya, yaitu serangga maupun ikan kecil, hanya lehernya saja yang memanjang dengan cepat untuk mematuk mangsa dengan paruhnya.

Bambangan Merah berukuran sekitar 41 cm, dengan warna tubuh secara umum merahjingga kecoklatan.  Iris kuning, sera jingga, paruh kuning, kaki hijau.  Pada betinanya warna lebih suram dan tubuh atas bergaris dan berbintik. Untuk melihat Bambangan Merah agak sulit karena dia senang sekali duduk diam diantara rerumputan atau rimbunan gelagah dalam waktu lama, atau berdiri diam dengan posisi kepala menengadah dan paruh menunjuk ke angkasa, sehingga dari kejauhan selintas terlihat seperti daun kering berwarna merah kecoklatan.  Apabila kita ingin mengamati dan menikmati  keindahan Bambangan Merah ada baiknya kita membawa binokuler agar lebih mudah menandainya.  Akan tetapi di Bendung Gerak Serayu, Banyumas, apabila anda berhasil melihat Bambangan Merah, sebaiknya diam saja, tutup mulut anda rapat-rapat dan jangan beritahu orang lain ada Bambangan Merah di situ, amati saja kesendirian Bambangan Merah itu sendirian saja.  Karena seringkali, disaat pengamatan, beberapa meter di sebelah anda ada anak muda yang tengah asyik membidik burung-burung untuk ditembaknya dengan senapan angin berteleskop.  Bisa anda bayangkan jika dia tahu anda sedang melihat Bambangan Merah di situ…  Begitu malangnya nasib Bambangan Merah di rumahnya sendiri, di Bendung Gerak Serayu.  (by Timur)

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>